rss_feed

Desa Tegal Yoso

Jln. Jendral Sudirman Komplek Perkantoran Desa Dusun 1 Desa Tegal Yoso
Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung
Kode Pos 34192

call 082111114006| mail_outline info@tegalyoso.id

  • MOHAMAD YANI

    Kepala Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • EKSAS YULIANTO

    Sekretaris Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • UMI KHOIRIYAH

    KAUR KEUANGAN

    Belum Rekam Kehadiran
  • SUKAMTO

    Kaur Perencanaan

    Belum Rekam Kehadiran
  • TOTO HARIYANTO

    Kaur Umum

    Belum Rekam Kehadiran
  • SOLIHIN

    Kasi Pelayanan

    Belum Rekam Kehadiran
  • SURADI

    Kasi Kesra

    Belum Rekam Kehadiran
  • AGUS SOGIRI

    Kasi Pemerintahan

    Belum Rekam Kehadiran
  • NANA SUPENA

    Kepala Dusun I

    Belum Rekam Kehadiran
  • YUSTINA

    Kepala Dusun II

    Belum Rekam Kehadiran
  • AHLAN SUHERMAN

    Kpala Dusun III

    Belum Rekam Kehadiran
  • ARIS MUNANDAR

    Kepala Dusun IV

    Belum Rekam Kehadiran
  • SARBINI

    Kepala Dusun V

    Belum Rekam Kehadiran
  • ARIYANTO

    Kepala Dusun VI

    Belum Rekam Kehadiran

settings Pengaturan Layar

• Selamat Datang di Website Resmi Desa Tegal Yoso • Masyarakat Desa Tegal Yoso Menuju Cakap Digital • Lindungi diri dan Keluarga dengan Vaksin Covid-19. ( jangan lupa tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan Batasi mobilitas) [...]
fingerprint
Davit Tegaskan!! “Semua Aplikasi Yang Beredar Di Desa dan Kecamatan Hari Ini… Ilegal”

01 Ags 2022 08:30:11 1.107 Kali

tegalyoso.id –

“Catat ini baik-baik… maka saya ingatkan, seluruh aplikasi yang beredar di desa dan kecamatan hari ini, ketika dia tidak masuk dalam standar SPBE, maka dia ilegal...”

Penegasan Davit Kurniawan itu disampaikan pada, Sabtu (30/07/2022) saat Pimpinan Team Official Smart Village Provinsi Lampung (Sulistiyono dan Davit Kurniawan) kunjungi Kantor Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur.

Kunjungan ini dalam rangka membantu proses optimalisasi pelayanan kepada masyarakat di Kantor Kecamatan Sekampung Udik, agar lebih profesional, transparan, efektif dan efisien. Hal tersebut dimaksudkan guna terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang lebih baik (good Governance).

“Saya berkeinginan pelayanan di desa maupun di kecamatan ramah, cepat, memanfaatkan kemudahan teknologi, dan untuk administrasi terecord dengan baik, meminimalisir tumpah tindih data, berbasis one data….” Tutur Dwi Giyarti, S.Pi., M.M Camat Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur, kepada Team creative tegalyoso.id.

“untuk bisa mencapai hal tersebut, kan tidak semua desa bisa cepat mengikuti. Itu tantangan yang harus diurai dan dilakukan pembenahan dan pendekatan, untuk membuka mindset berfkir good governance sampe ke desa…” imbuh bu Gigi, panggilan akrap Camat Kecamatan Sekampung Udik.

Camat yang mulai bertugas pada bulan September 2021 ini, ter-obsesi untuk mewujudkan pelayanan yang dilakukan oleh kecamatan menjadi lebih berkualitas, mudah, cepat dan transparan.

“Tentunya konsep public service (pelayan masyarakat) dikedepankan pak…” ungkap Dwi Giyarti, saat ditanya tentang konsep pelayanan publik.

Secara filosofis, kecamatan yang dipimpin oleh camat, memang perlu diperkuat dari aspek sarana prasarana, sistem administrasi, keuangan dan kewenangan bidang pemerintahan. Oleh karenanya kecamatan selaku pemangku kewenangan  Daerah Kabupaten/Kota diharapkan memiliki prakarsa dalam meningkatkan pelayanan publik sehingga posisi pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik berubah dari ‘dilayani’ menjadi ‘melayani’. Hal ini seperti yang tertuang pada Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Ketua Team Official Smart Village Lampung menjelaskan, “Jika berbicara tentang kecamatan ini akan menjadi berbeda, kecamatan adalah level pemerintahan, terikat oleh regulasi, standarisasi, aturan dan sebagainya.  Maka kecamatan harus menjadi pembina teknis bagi desa/kelurahan. “ tuturnya.

Karena basisnya adalah digitalisasi maka kecamatan masuk pada ranah Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).  Yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada Pengguna SPBE. Oleh karenanya semua sistem akan menjadi ilegal, ketika sistem dan tecknologi itu tidak masuk pada standar SPBE. Menurut Davit.

“Kalau Kecamatan Sekampung Udik mau serius mengimplementasikan itu… ayo berkolaborasi, saya senang sekali… kita sama-sama wujudkan keinginan Bu Camat, sekaligus nantinya sebagai role model  bagi kecamatan-kecamatan lain…” ungkap Davit Kurniawan.

Team Pengarah Smart Village Provinsi Lampung (Sulistiono) dalam keterangannya menyampaikan bahwa “Kalao dilihat dari kecamatannya, itu sudah suport banget…” kata Sulistyono.

“Sekarang bu Camat tinggal mendorong desa-desanya untuk segera mengoptimalkan data basse dan data-data suplemen lainnya, agar dapat segera terintegrasi dengan kecamatan. Kalo ditingkat kecamatan, kemarin stafnya sudah kita beri pengetahuan-pengetahuan tentang pengelolaan website kecamatan…” Pungkasnya [...]

------------------------

#SmartVillageLampung  #Tegalyoso  #Kemendespdtt  #Kominfo

 

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

reorder Video

account_circle Aparatur Desa

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini:389
Kemarin:700
Total Pengunjung:189.934
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:44.201.68.86
Browser:Tidak ditemukan
TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBDes 2022 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

PENDAPATAN
Rp. 654,805,470 | Rp. 1,788,922,250
36.6 %
BELANJA
Rp. 664,999,246 | Rp. 1,799,346,461
36.96 %
PEMBIAYAAN
Rp. 10,401,000 | Rp. 10,401,000
100 %

Rp. 23,211 | Rp. 23,211
100 %
insert_chart
APBDes 2022 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Dana Desa
Rp. 319,128,400 | Rp. 939,571,000
33.97 %
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi
Rp. 13,329,104 | Rp. 38,266,000
34.83 %
Alokasi Dana Desa
Rp. 322,347,966 | Rp. 811,019,250
39.75 %
Bunga Bank
Rp. 0 | Rp. 66,000
0 %
insert_chart
APBDes 2022 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA
Rp. 340,549,246 | Rp. 855,090,161
39.83 %
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Rp. 64,245,000 | Rp. 267,451,300
24.02 %
BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
Rp. 43,600,000 | Rp. 167,250,000
26.07 %
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Rp. 122,105,000 | Rp. 123,905,000
98.55 %
BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA
Rp. 94,500,000 | Rp. 385,650,000
24.5 %